cookies

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.

Ketahui Niat Salat Idulfitri dan Tata Caranya dengan Benar!

Ketahui Niat Salat Idulfitri dan Tata Caranya dengan Benar

Salat Idulfitri adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Salah satu hal penting sebelum melaksanakan salat ini adalah membaca niat salat Idulfitri dengan benar. 

 

Niat ini diucapkan dalam hati sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

 

 

Selain niat salat Idulftiri, ada juga tata cara salat Idulfitri yang perlu diperhatikan agar ibadah semakin sempurna. salat ini dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua. 

 

Setelah itu, khatib akan menyampaikan khutbah sebagai pelengkap ibadah. Dengan memahami niat dan tata caranya, salat Idulfitri bisa menjadi momen penuh keberkahan bagi setiap Muslim.

 

Bagi kamu yang ingin memastikan bacaan niat salat Idulfitri sudah benar, yuk pelajari lebih lanjut! Dengan niat yang tulus dan pelaksanaan yang sesuai sunnah, ibadah di hari kemenangan ini akan semakin bermakna. 

Mau akses info keagamaan kapan aja tanpa hambatan? Pakai Kuota Ketengan Telkomsel! Cuma Rp4.000, kamu bisa browsing 500MB seharian! Jangan sampai ketinggalan, yuk, aktifkan sekarang!

 

Yuk, kita cari tau tentang niat salat Idulfitri beserta tata caranya.

 

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Tahajud dan Hajat Arab dan Latinnya

 

 

Niat Salat Idulfitri: Imam, Makmum, dan Sendiri

 

Salat Idulfitri merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah berpuasa selama bulan Ramadan. Berikut ini adalah niat salat Idulfitri berdasarkan posisi dalam salat sebagai imam, makmum, maupun sendiri.

 

  1. Niat Salat Idulfitri sebagai Imam

    Imam yang memimpin salat Idulfitri membaca niat berikut:

     

    اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

     

    Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.

     

    Artinya:"Aku menyengaja sembahyang sunnah Idulfitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT."

     

  2. Niat Salat Idulfitri sebagai Makmum

    Makmum yang mengikuti imam dalam salat Idulfitri membaca niat berikut:

     

    اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

     

    Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā.

     

    Artinya:"Aku menyengaja sembahyang sunnah Idulfitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."

     

  3. Niat Salat Idulfitri Sendiri

    Jika seseorang melaksanakan salat Idulfitri secara sendiri, maka niat yang dibaca adalah sebagai berikut:

     

    اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

     

    Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.

     

    Artinya:"Aku menyengaja sembahyang sunnah Idulfitri dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah SWT."

 

Dengan membaca niat yang sesuai, semoga ibadah salat Idulfitri kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin.

 

Baca Juga: Niat Sholat Isya Beserta Tata Caranya

 

Tata Cara Salat Idulfitri

 

Buat kamu yang masih bingung tata cara salat Idulfitri, berikut langkah-langkah yang benar dan bisa kamu ikuti.

 

  1. Diawali dengan Niat

    Shalat Id didahului dengan niat, yang jika dilafalkan berbunyi:

     

    Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini (ditambah "imâman" jika menjadi imam, dan "ma'mûman" jika menjadi makmum).

     

    أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُومًا/إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى

     

    Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah Ta'ala."

     

    Niat cukup dalam hati, sedangkan pelafalan bersifat sunnah. Shalat Idulfitri dimulai tanpa azan dan iqamah, cukup dengan seruan "ash-shalâtu jâmi'ah".

     

  2. Takbiratul Ihram

    Seperti shalat biasa, setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir tambahan sebanyak 7 kali pada rakaat pertama. Di antara takbir, dianjurkan membaca:

     

    اللَهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

     

    Atau:

     

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

     

  3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek

    Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-A'lâ. Kemudian melanjutkan gerakan shalat seperti biasa: ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan berdiri untuk rakaat kedua.

     

  4. Takbir 5 Kali di Rakaat Kedua

    Pada rakaat kedua, lakukan takbir tambahan 5 kali, seperti pada rakaat pertama. Di antara takbir, dianjurkan membaca bacaan dzikir yang sama. Setelah itu, baca Al-Fatihah dan Surat Al-Ghâsyiyah, lalu lanjutkan shalat hingga salam.

     

  5. Mendengarkan Khutbah

    Setelah salam, dianjurkan mendengarkan khutbah Idulfitri. Hadits dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah menyebutkan:

     

    السُنَّةُ أَنْ يَخْطُبَ الِإِمَامُ فِي العِيْدَيْنِ خُطْبَتَيْنِ يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجلُوسِ

     

    Artinya: "Sunnah bagi imam untuk berkhutbah dua kali pada shalat hari raya, dan memisahkan keduanya dengan duduk." (HR. Asy-Syafi'i)

     

    Apabila shalat Id dilakukan sendiri atau di rumah, maka khutbah tidak wajib didengarkan.

 

 

Hukum Salat Idulfitri

 

salat Idulfitri memiliki hukum sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. salat ini mulai disyariatkan pada tahun kedua hijriah, dan Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya hingga wafat. 

 

Setelah beliau, para sahabat pun terus menjalankan ibadah ini sebagai bagian dari sunnah yang dijaga.

 

Secara umum, syarat dan rukun salat Idulfitri sama seperti salat fardhu lima waktu, termasuk hal-hal yang dapat membatalkannya. Namun, terdapat beberapa perbedaan teknis, seperti tambahan takbir dan khutbah setelah salat, yang hukumnya sunnah.

 

Pada hari raya Idulfitri, seluruh umat Islam yang tidak memiliki uzur dianjurkan untuk keluar rumah dan menghadiri salat Id. 

 

Bahkan, perempuan yang sedang haid pun dianjurkan untuk ikut serta dalam perayaan Idulfitri dan mendapatkan keberkahan momen tersebut, meskipun mereka tidak diperbolehkan untuk salat.

 

Hukum salat Id berlaku bagi semua muslim, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa memandang status sosial atau cara berpakaian. 

 

Hal ini ditegaskan dalam kitab Fathul Qarib, yang menjelaskan bahwa ibadah ini merupakan bagian dari kebersamaan dan perayaan umat Islam dalam menyambut hari kemenangan.

 

Mau tahu gerakan Sholat Idul Fitri dengan jelas? Tonton video panduannya di YouTube tanpa khawatir kuota. Pakai Paket OMG! Nonton dari Telkomsel, streaming lancar dengan kuota besar. Langganan sekarang dan siap ibadah lebih khusyuk!

 

Baca Juga: Muslim Harus Tahu, Bacaan Niat Sholat Qobliyah Subuh!

 

 
scroll
Komentar 0
Tulis Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Belum ada komentar
Jadilah orang pertama yang komentar disini!
mock
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
DewiLarasati
14 Feb 2024 12:03
mantulllzz keren bgt artikel beber2 sangat membantu!
Laporkan
0
Balas Komentar
Min. 10 Karakter
0 / 2000
Balasan Lainnya (1)
Sembunyikan Balasan

Laporan Anda berhasil dikirim