Tren Startup dan Dampaknya Bagi Masyarakat | Telkomsel

Tren Startup dan Dampaknya Bagi Masyarakat

Article
Tren Startup dan Dampaknya Bagi Masyarakat

                      Tren Startup dan Dampaknya Bagi Masyarakat

 

Semakin pesatnya perkembangan teknologi baru memberikan keuntungan bagi startup atau perusahaan rintisan. Pada tahun 2018, sekitar 95% startup sudah memiliki rencana bisnis digital dan 55% dari startup sudah mengadopsi strategi bisnis digital. Nah, berikut ini adalah beberapa tren yang akan diadopsi oleh startup.

Tren Startup dan Dampaknya Bagi Masyarakat

1. Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI)

Kini alat pemasaran, analisis, iklan digital, platform layanan konsumen dan juga smartphone sudah menerapkan AI. Data-data di lapangan tentunya akan lebih cepat diolah menggunakan AI. Startup seperti Habibi Garden pun sudah menggunakan AI ini untuk membantu petani mengambil keputusan yang tepat pada pertaniannya. Pada bidang lain seperti e-commerce, AI digunakan untuk melakukan profiling dari pelanggan mereka dan menyisipkan iklan yang sesuai.

AI dapat melakukan hal-hal yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti pengambilan keputusan, mengenali pola dan bahkan usaha kreatif. AI ini tidak sama dengan pembelajaran mesin atau machine learning yang mengacu pada algoritma di mana kinerjanya semakin baik seiring dengan semakin banyak informasi yang dikumpulkan. Kendati demikian ML dan AI saling terhubung.

AI dapat menulis artikel berita, mengidentifikasi obyek pada gambar, memilih saham yang bagus, dan merekomendasikan pakaian yang cocok. Jadi startup yang bisa membuat aplikasi dengan AI pastinya akan meraih keberhasilan gemilang.

2. Big Data

Big Data adalah serangkaian data yang begitu besar, bahkan alat perangkat lunak komputasi tradisional tidak bisa menganalisisnya. Demi memperoleh nilai dari data tersebut, dibutuhkan alat baru seperti AI untuk menemukan pola dan tren. Data ini mencakup data konsumen, tren pasar dan lain-lain. Big Data ini merupakan unsur penting bagi masa depan digital marketing, supply chain management (SCM), layanan kesehatan, keamanan, industri dan aplikasi-aplikasi lainnya.

Aset yang bisa dihasilkan dari Big Data mencakup analisis prediksi, analisis perilaku, penghematan biaya, optimalisasi proses bisnis, optimalisasi organisasi, komputasi kinerja tinggi, market insight dan efektivitas marketing.

3. Edge Computing

Dengan edge computing, komputasi dilakukan pada perangkat pintar yang tersebar di mana saja. Jadi tidak terpusat di cloud. Hal ini sangat berkaitan dengan Internet of things (IoT), edge computing merupakan konsep yang penting untuk membuat kota yang pintar dan komputer fisik (komputer yang bisa berinteraksi dengan dunia fisik). Di masa depan, komputer berukuran sebesar smartphone bisa mengambil alih beban kerja yang hanya bisa ditangani oleh data center saat ini.

4. Internet of Things (IoT)

IoT adalah sistem komputer, mesin, sistem digital, obyek dan bahkan orang yang bisa mentransfer data melalui jaringan. Pada tahun 2019 ini, teknologi IoT memberikan kesempatan bagi startup untuk mempengaruhi marketplace. Setiap obyek di dunia ini merupakan komputer yang potensial, IoT memiliki aplikasi-aplikasi yang hampir tidak terbatas. Saaat ini banyak wirausaha yang mencoba untuk mengembangkan produk IoT mereka sendiri, tetapi tak banyak yang berhasil.

Beberapa komponen tren teknologi tersebut dapat dimanfaatkan startup untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dapat memecahkan masalah sosial yang dihadapi Indonesia. Contoh Startup yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan menerapkan AI dan Big Data pada aplikasinya adalah Habibi Garden untuk pertanian yang merupakan hasil binaan dari TheNextDev.